Cerita Sejarah Pribadi

 Cerita Kehidupanku

Karya: Rizky Putra Pamungkas/XII-IPS 2

SMA Virgo Fidelis


       Ini adalah Cerita Sejarah ku. Namaku Rizky Putra Pamungkas, qku lahir pada 2 September 2003. Aku adalah anak terakhir dari 3 bersaudara yang berasal dari sebuah keluarga yang sederhana. Aku mempunyai banyak nama panggilan dari teman-teman yang berbeda. Pada saat kecil aku sering dipanggil “Kikik” oleh orang-orang di lingkungan rumahku. Masa kecilku lebih banyak dihabiskan di lingkungan rumah nenekku daripada di rumahku. Masa-masa kecilku kuhabiskan dengan bermain bersama teman-temanku yang bernama Gibran dan Lynch ( sering dipanggil Telin) dan sepupuku bernama Arga.

      Cerita berlanjut ke masa TK ku. Aku masuk di TK Virgo Maria 1 Ambarawa. Pada pertama masuk TK aku seperti anak-anak yang lainnya yaitu menangis saat masuk TK karena masih belum terbiasa dengan lingkungan dan orang-orang baru.  Pada masa TK aku termasuk murid yang bodoh karena tidak mengerti apa-apa tentang pelajaran yang diberikan dan pikiran ku saat itu hanya memikirkan tentang bermain bersama teman-teman dirumah saja.Dan setelah pulang dari sekolah aku langsung menghampiri teman-temanku dan langsung bermain bersama. Dan saat TK aku sering berangkat terlambat karena aku menunggu acara kartun favorit ku selesai terlebih dahulu baru berangkat. Saat berangkat aku berangkat diantar jalan kaki oleh nenekku, karena jarak rumahku dengan TK tidak terlalu jauh yaitu dari rumah nenekku yang terletak di Panjang Lor. Setelah menyelesaikan TK akhirnya aku bisa lulus walaupun dengan apa adanya tanpa mengerti apa saja yang telah diajarkan selama belajar di TK. 

       Setelah lulus TK aku masuk di SD Virgo Maria 1 Ambarawa. Pada saat kelas 1 aku tetap menjadi salah satu siswa terbodoh dari 55 siswa dikelasku. Aku bahkan tidak bisa membaca sama sekali. Pikiran ku masih sama saat aku masih TK yaitu hanya memikirkan tentang bermain saja . Saat SD aku mendapat teman dekat yang bernama Valen dan Rossi. Aku dekat dengan Valen karena aku sering pulang jalan kaki bersamnya, sedangkan penyebab aku dekat dengan Rossi adalah karena di juga termasuk dalam siswa yang bodoh dan hampir mempunyai pemikiran yang sama denganku yaitu hanya tidak mengerti pelajaran yang diberikan dan hanya memikirkan tentang bermain saja. Saat aku SD aku pendiam dan walaupun aku bodoh sikap sangat baik terhadap para guru. Hal itu yang menolong ku saat kenaikan kelas 1, sebenarnya aku akan tidak naik kelas karena nilai akademik ku yang mendapat nilai C( syarat kenaikan kelas adalah tidak boleh ada nilai C) namun karena nilai sikap ku yang bagus yaitu mendapat nilai A, aku akhirnya naik kelas di kelas 2(saat itu aku tidak mengerti tentang apa itu kenaikan kelas, jadi aku bersikap biasa saja). 

      Saat kelas 2, aku mengalami banyak perubahan yaitu aku sudah lancar membaca karena saat liburan aku selalu diajari membaca oleh ibu ku. Dan perubahan lainnya adalah menurutku aku menjadi pintar karena saat tes aku bahkan bisa mendapatkan nilai seratus dan semua nilai mata pelajaran tes ku tidak ada yang dibawah KKM. Dan akhirnya aku naik ke kelas 3 dengan nilai yang sangat baik. 

      Saat dikelas 3, kelasku mulai dibagi 2 dengan jumlah murid yang sama sekitar hampir 30 anak. Aku masuk dikelas 3B. Aku merasa senang karena masih satu kelas dengan Valen dan Rossi. Dan aku mendapat teman baru yaitu seorang anak yang sudah 2 kali tidak naik kelas yang bernama Nicko. Saat pertama kali melihatnya aku meras agak takut karena tubuh yang tinggi dan besar, namun setelah berkenalan dekat dengannya ternyata orangnya baik. Saat kelas 3 aku mulai diperkenalkan dengan Pramuka dan lebih sering bersosialisasi karena saat itu regu kami dicampur dengan anak kelas 4. Awal aku merasa takut dengan mereka karena mereka sudah besar dan juga ada beberapa anak yang umurnya jauh lebih tua daripada umur anak seusia ku karena mereka sudah beberapa kali tidak naik kelas. Namun setelah berkenalan ternyata mereka tidak seperti yang ku perkirakan, ternyata mereka adalah orang yang baik walaupun ada beberapa yang suka jail. Saat itu aku mengajak Valen dan Nicko untuk bermain bersama teman-teman rumahku yaitu Gibran, Telin, dan Arga. Dan hasilnya mereka akrab satu sama lain dan sering bermain PS(play station) bersama . Saat-saat kelas 3 tak terasa telah berlalu. Aku naik kelas 4, dan semua temanku sekelasku ada yang tidak naik kelas dan memilih untuk keluar dan pindah ke sekolah lain. Temanku yang tidak naik kelas tersebut bernama Raffi, aku saat itu cukup merasa kehilangan karena dia cukup baik denganku bahkan seringkali mentraktirku untuk jajan di kantin. 

      Aku masuk ke kelas 4B dan teman-teman sekelas ku masih sama, namun ada satu tambahan siswa yang masuk ke kelasku karena tidak naik kelas. Saat kelas 4 aku mulai mengikuti ekstrakurikuler basket dan paduan suara. Aku mengikuti ekstra basket hanya sebentar karena setelah mengikuti beberapa kali latihan aku merasa tidak punya bakat di bidang Bola Basket dan saat itu tubuhku yang termasuk pendek untuk anak seumuran ku membuat ku kesulitan dalam bermain karena disatukan dengan kakak kelasku yang tubuhnya sudah tinggi dan besar. Sedangkan alasanku mengikuti ekstrakurikuler paduan suara adalah terpaksa karena sekolah mewajibkan semua murid yang beragama Katholik untuk mengikuti paduan suara. Saat kelas 4 aku dibaptis dan juga menerima komuni pertama. Saat pembelajaran baptis yang teman angkatan ku hanya aku dan satu teman ku saja, yang lainnya adalah kakak kelas. Tak terasa masa-masa kelas 4 sudah berakhir. 

       Akhirnya aku naik kelas ke kelas 5B. Isi kelasku masih sama karena semua murid kelasku tidak ada yang tidak naik kelas. Saat itu aku keluar dari ekstrakurikuler paduan suara. Karena saat itu aku marah dengan guruku karena saat itu aku dan Valen dimarahi guru kami dengan alasan bahwa kami selalu ribut, padahal saat itu aku hanya bertanya sebentar. Hal yang membuatku marah adalah karena ada ada teman ku yang lain selalu ribut tapi tidak dimarahi. Menurutku saat itu guruku pilih kasih karena temanku yang tidak dimarahi tersebut adalah siswa yang berprestasi sedangkan aku dan Valen termasuk siswa yang biasa saja. Masa-masa kelas 5 biasa-biasa saja. Akhirnya aku dan Valen memutuskan untuk keluar dari ekstrakurikuler paduan suara. Tidak terasa sudah saatnya kenaikan kelas. Aku agak ragu dengan nilaiku apakah dapat memenuhi syarat kenaikan kelas karena saat itu aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online di warnet daripada belajar. Namun ternyata hasilnya aku dapat naik kelas dengan nilai yang cukup memuaskan. 

       Akhirnya aku duduk dikelas 6B. Saat itu aku berkomitmen untuk lebih memperbanyak waktu untuk belajar daripada hal lain karena untuk menghadapi ujian kelulusan. Saat itu sekolah kami mendapatkan undangan untuk mengikuti lomba Lintas Alam di Lentera Ambarawa. Sekolah kami mengirimkan beberapa kelompok. Setelah mengikuti lomba tersebut sampai selesai, akhirnya tiba saatnya pengumuman juara. Kutunggu dengan hati berdebar-debar. Ternyata kelompokku yang mendapat juara pertama. Aku sangat senang karena itu prestasi pertama ku di sekolah. Saat semester 2 aku mulai mengikuti Try Out untuk mempersiapkan Ujian Nasional. Awalnya aku bingung bagaimana cara mengisi di LJK. Namun setelah mendapat panduan dari pengawas akhirnya aku mengerti cara mengisi LJK tersebut. Hari-hari berlalu akhirnya aku menghadapi Ujian Praktek. Ujian praktek yang paling menyulitkan ku adalah saat ujian bahasa Inggris. Karena ujiannya adalah harus bermain drama. Padahal membaca bahasa Inggris saja aku kesulitan. Akhirnya saat penampilan aku bingung harus berkata apa dan aku menyuruh temanku agar melompati bagianku agar cepat selesai. Akhirnya saat Ujian Nasional tiba juga. Sebelumnya aku belajar hanya asal-asalan saja bahkan aku masih sering bermain PS. Namun aku mengerjakan Ujian dengan percaya diri. Bahkan aku masih sering bermain PS setelah pulang sekolah setelah mengerjakan UN.

       Akhirnya saat-saat yang menegangkan telah selesai. Tinggal mempersiapkan Wasana Warsa saja. Kami mempersiapkan Wasana Warsa kami jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan agar saat pelaksanaan acara dapat berjalan dengan lancar. Pada saat pelaksanaan acara berjalan dengan lancar. Aku akhirnya mendapatkan nilai UN, setelah ku lihat ternyata aku mendapatkan nilai yang Cukup memuaskan.

      Selama liburan aku banyak menghabiskan waktu dengan bermain bersama Gibran karena memutuskan untuk melanjutkan di Pondok Pesantren, sehingga kami jarang bertemu. Aku juga sudah mendaftar di SMP Mater Alma Ambarawa. Selama liburan aku juga membayangkan bagaimana agar aku dapat berdaptasi dengan lingkungan baru di SMP. Tak terasa waktu liburan hampir berakhir, sebentar lagi waktunya untuk memulai MPLS di lingkungan sekolah yang baru.

     Akhirnya tiba juga hari MPLS. Aku berangkat bersama Valen dan Nicko karena mereka juga mendaftar di SMP Mater Alma yang sama denganku. Aku bertemu dan berkenalan dengan banyak orang baru, walaupun aku sudah kenal beberapa kakak kelas karena banyak yang dari SD Virgo Maria 1 bersekolah di SMP Mater Alma. MPLS berlangsung selama 3 hari. 

    Akhirnya tiba saatnya pembagian kelas. Ternyata aku masuk dikelas dikelas 7B, yang ternyata berbeda kelas dengan Nicko, Valen, dan Marchell(yang berasal dari  SD Virgo Maria 1). Namun aku satu kelas dengan temanku yang berasal dari SD Virgo Maria 1 yaitu bernama Nanda. Aku mulai membiasakan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Setelah beberapa waktu akhirnya aku dapat membiasakan diri di lingkungan baru dan mulai dekat dengan beberapa teman baru. Aku mulai mengikuti ekstrakurikuler gamelan, namun aku kurang bisa memahami musik dengan baik, dan aku memutuskan untuk keluar dari ekstrakurikuler Gamelan. Pada saat kelas 7, aku stidy tour di Museum Sangiran. Namun dalam ada satu temanku yang yang tidak ikut karena datang terlambat sehingga terpaksa ditinggalkan oleh rombongan. Sebenarnya aku tidak terlalu suka Study Tour karena pasti ada tugas yang menanti. Namun saat itu aku terselamatkan karena teman sekelompok ku termasuk pintar dan rajin, sehingga tugas bagian hanya sedikit. Pada saat kelas kelas 7 juga aku pertama kali merasakan kemah. Aku ikut dalam kemah Rayon BAGUS (Bawen, Ambarawa, Girisonta, Ungaran, Salatiga). Dalam kemah terdapat susah dan senang. Susahnya adalah aku kesulitan membawa barang-barang keperluan, dan senangnya adalah aku dapat pengalaman baru yang menyenangkan. Dan saat kelas 7 juga aku mendapat nama panggilan baru yaitu “Dobleh”. Berawal dari salah satu temanku yang memanggilku dengan sebutan itu, sehingga yang lain ikut-ikutan memanggilku dengan sebutan itu. Setelah melewati masa-masa kelas 7, aku akhirnya dapat naik ke kelas 8.

      Setelah melewati masa liburan kenaikan kelas, aku akhirnya masuk di kelas baru yaitu kelas 8A. Murid-murid di kelas 8A banyak yang berubah daripada saat kelas 7B. Saat kelas 8A, aku satu kelas dengan Nicko, Valen, dan Marcel. Entah disengaja atau tidak, murid-murid kelas 8A seperti murid yang terkenal karena hal buruk mereka menjadi satu dalam kelas 8A. Sehingga aku juga ikut terpengaruh dengan lingkungan di sekitar sehingga prestasi ku mulai agak menurun. Kelas kamipun juga telah terkenal jelek oleh hampir semua guru kami kelas kami memang sering membuat ulah yang membuat guru menjadi marah. Saat kelas 8, aku Study Tour di Yogyakarta selama 2 hari 1 malam. Dan  seperti biasa akhirnya kami diberi tugas untuk membuat laporan. Namun karena semangat belajar ku yang mulai menurun , aku akhirnya membuat dengan seadanya saja. Akhirnya aku mengalami banyak pembetulan yang harus dibetulkan. Setelah banyak pembetulan, akhirnya laporan ku dapat diterima oleh guru. Setelah masa-masa kelas 8 berakhir aku akhirnya dapat naik ke kelas 9.

     Masa-masa liburan ku isi dengan bermain bersama teman rumahku. Kali ini aku sudah tidak merasa kesepian karena temanku Gibran memutuskan untuk keluar dari Pondok Pesantren karena dia tidak betah berada di sana. Memang sebelumnya dia sudah sering kabur dan sering pulang ke rumah sendirian. Sebenarnya dia ingin mendaftar di SMP yang sama denganku, tapi kalau dia mendaftar di SMP Mater Alma dia harus mengulangi dari kelas 7. Karena dia tidak mau mengulangi dia mendaftar di sekolah lain yang dapat menerimanya langsung dari kelas 9.

     Setelah melewati masa-masa liburan. Aku akhirnya masuk sekolah di kelas 9A.  Suasana murid-murid di kelas 9A hampir tidak berubah dengan kelas 8A dahulu, bedanya Valen dan beberapa anak lainnya pindah di kelas 9B.  Sekolah kami kedatangan dua murid baru pindahkan dari SMP Lentera Ambarawa yaitu Iyus dan Nando. Ternyata Nando adalah teman SD ku dahulu. Setelah kutanya alasan mereka pindah adalah karena mereka dikeluarkan dari SMP Lentera Ambarawa karena terkena sebuah kasus yang mengharuskan mereka untuk dikeluarkan dari sekolah mereka. Awalnya saat pertama aku melihat Iyus aku kira dia adalah orang yang pendiam namun ternyata setelah beberapa lama berkenalan akhirnya aku mengetahui kalau sifatnya yang sebenarnya adalah dia orangnya kocak. Sedangkan Nando karena kami sudah kenal, kami langsung cukup akrab. Pada saat kelas 9, aku dan teman-temanku mulai membentuk sebuah perkumpulan yang bernama PGC SQUAD. Dan aku pun sering keluar saat malam hari bersama teman-teman PGC SQUAD. Pada awal-awal kelas 9 aku dan beberapa temanku membuat sebuah kesalahan sehingga orang tua kami harus dipanggil. Hal yang tak bisa lupakan saat kelas 9 adalah saat aku dan teman-teman selesai menonton pertandingan sepakbola sekolah kami, saat pulang aku berboncengan dengan Marcell. Saat itu sedang hujan angin yang lebat dan kebetulan Marcell sedang tidak memakai helm sehingga pandangannya terbatas. Mungkin karena dia tidak melihat jalan, aku dan Marcel mengalami sebuah crash sehingga kami beserta sepeda motornya terjatuh kedalam saluran air yang tidak terlalu dalam. Lalu teman-teman kami langsung menolong kami. Dan karena kami hanya mengalami luka ringan sehingga kami ke rumah salah satu rumah teman kami untuk merawat luka-luka kami. 

      Setelah melewati masa-masa kelas 9. Akhirnya aku mulai Try Out untuk mempersiapkan UN yang akan datang. Saat Try Out aku pernah mendapat ranking 1 dari kelasku. Saat itu aku merasa kaget dan senang  karena sebelumnya aku tidak belajar sama sekali dan sering keluar malam. Dan ujian-ujian praktek sudah ku lewati sehingga waktunya untuk menghadapi UN. Saat itu aku belajar tentang materi yang UN yang sudah diberikan, sehingga saat mengerjakan aku tidak terlalu kesulitan. Setelah beberapa hari mengerjakan UN, akhirnya UN sudah selesai dan kamipun senang. Untuk perayaan saat itu aku dan teman-teman PGC SQUAD jalan-jalan ke kota Salatiga sampai hampir subuh. Saat itu karena kami masih jarang pergi, jadi kota Salatiga sudah jauh menurut kami. Kegiatan-kegiatan di sekolah diisi dengan mempersiapkan keperluan untuk Wasana Warsa. Banyak yang harus kami persiapkan karena kami semua ingin Wasana Warsa yang tak terlupakan. Saat pelaksanaan para murid menggunakan pakaian adat Jawa beskap dan kebaya dan dekorasi dibuat bertema Jawa tradisional. Saat itu aku senang karena hasil kerja keras aku dan teman-teman akhirnya terbayarkan dengan hasil yang sangat luar biasa. Karena uang kas Wasana Warsa kami masih sisa agak banyak, maka kami pergunakan untuk piknik di Yogyakarta. 


         Masa-masa liburan masih ku isi dengan bermain bersama dengan teman-teman PGC SQUAD. Namun saat sedang tidak bermain dengan teman lainnya aku selalu pergi ke warnet untuk bermain game online bersama Nicko maupun Arga. Selama liburan aku memikirkan akan memilih sekolah dimana karena aku memilih 2 sekolah yaitu SMK IPT Karangpanas dan SMA Virgo Fidelis. Namun setelah kupikir-pikir aku memilih SMA Virgo Fidelis daripada SMK IPT Karangpanas karena jaraknya yang sangat jauh. Dan ternyata Nicko, Iyus, dan Marchell pun juga mendaftar di SMA Virgo Fidelis. Setelah melewati masa-masa liburan akhirnya tiba waktunya untuk MPLS SMA. 

      Pada awalnya aku agak malu berangkat karena aku memang membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi. Setelah melewati masa-masa MPLS akhirnya aku masuk di kelas 10 IPS 2 dan aku satu kelas dengan Marcell. Aku mulai berkenalan dengan teman-teman sekelas ku. Dan saat kelas 10 aku mulai mendapat nama baru lagi yaitu “Dumung”, entah nama itu didapat dari mana karena tiba-tiba satu temanku mulai memanggilku dengan nama itu dan yang lainnya mulai mengikuti. Saat kelas 10 aku belum membawa motor ke sekolah sehingga saat pulang aku selalu pulang bersama Iyus menaiki Grand Astrea. Saat itu aku dan beberapa temanku ditunjuk sebagai anggota Paskibra dalam acara HUT Kabupaten Semarang. Kami berlatih dengan dengan giat agar tidak ada kesalahan. Hingga saat hari pelaksanaan acara dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan apapun. Selain sebagai Paskibra, aku juga pernah ditunjuk sebagai Juri dalam Pesta Siaga tingkat SD se-kecamatan Bawen. Aku bertugas sebagai Juri di pos kebersihan. Saat itu setiap pos dibagi tim dan aku mendapat partner kakak kelas. Rasa lelah karena kegiatan hari itu terbayarkan karena kami mendapatkan uang sebesar Rp.50.000,00.  Saat akhir tahun satu angkatan ku mengikuti kemah bakti yang diadakan di sebuah di Sumowono. Tidak hanya kemah Susana kami juga diberi tugas untuk datang ke rumah penduduk dan membantu pekerjaan mereka. Kemah bakti tersebut berlangsung selama 3 hari 2 malam. Semua murid mengikuti kegiatan tersebut karena merupakan salah satu syarat kenaikan kelas. UAS sudah kulewati hingga tiba saatnya penerimaan raport.. setelah ku terima dan akhirnya aku naik kelas ke kelas 11. 

       Selama masa liburan hampir setiap hari kuhabiskan waktu di Telkom Ambarawa bersama Iyus. Disana merupakan tempat untuk orang mencari WiFi, namun harus membeli voucher seharga Rp 6.000.00 . Namun aku mempunyai sebuah cara agar dapat connect tanpa harus membayar voucher. Disana aku biasanya saat malam hari datang pukul 7.00 dan pulang sekitar pukul 2.00, bahkan aku pernah pulang sampai di rumah sekitar pukul 5.00. Hal itu sampai membuat penjaga disana sampai hafal dengan kami karena kami selalu membeli kopi disana walaupun hampir tidak pernah membeli voucher. 

     Setelah melewati masa-masa liburan, akhirnya aku duduk di kelas 11 IPS 2. Isi murid di kelas berbeda dengan murid di kelas 10, dan aku satu kelas dengan Nicko dan Marchell. Di kelas 11 aku mulai pergi ke tongkrongan bersama kakak kelas setelah pulang sekolah. Saat di kelas 11 aku sudah agak berbeda daripada saat dikelas 10 karena saat dikelas 10 aku masih agak malu-malu dan saat kelas 11 perasaan malu-malu ku sudah agak menghilang. Aku kembali dipilih untuk mewakili sekolah sebagai Paskibra dalam acara karnaval HUT Kabupaten Semarang. Dan kami semua telah latihan selama beberapa hari. Namun saat hari sebelum pelaksanaan kami di beri tahu bahwa acara dibatalkan karena saat itu virus Covid-19 sudah menyebar di Indonesia. Dan keesokan harinya kami diberitahu bahwa selanjutnya pembelajaran dilakukan secara daring. Aku merasa sangat kecewa karena Study Tour ke Bali yang sudah direncanakan harus dibatalkan.  Pada awalnya aku merasa sangat bosan dengan keadaan ini karena banyak tugas yang diberikan dan harus segera dikumpulkan serta tidak boleh keluar rumah dan harus tetap dirumah. Namun lama-kelamaan aku sudah membiasakan diri dengan keadaan walaupun banyak tugas yang dikirim terlambat dari deadline dan terkadang masih keluar rumah bermain bersama teman sekolah maupun teman rumah. Dan akhirnya waktu untuk UAS telah tiba. Saat mengerjakan aku sangat kesulitan karena saat belajar di rumah aku tidak mengerti tentang materi yang diberikan. Dan tibalah saat penerimaan raport. Aku agak khawatir dengan nilaiku, namun ternyata nilaiku masih lumayan dan dapat naik kelas ke kelas 12. 

        Selama liburan aku jarang keluar rumah karena sedang dalam masa karantina mandir,i dan saat itu teman main ku Iyus tidur di rumahnya di Salatiga dan jarang pulang ke Ambarawa. 

       Aku akhirnya mausk di kelas 12 IPS 2. Isi murid masih sama dengan murid saat di kelas 11 IPS 2. Karena kondisi masih belum kembali normal, maka pembelajaran tetap dilakukan secara daring. Namun setelah beberapa bulan akhirnya pembelajaran diberlakukan secara dari dan luring. Jadwal untuk luring dibagi ganjil dan genap, dan untuk masuknya seminggu dua kali. Dan saat tidak luring maka pembelajaran dilakukan secara daring. Dan karena ini sudah kelas 12 maka sebentar lagi akan diadakan UN. Dan aku khawatir karena belum ada persiapan sama sekali. Selama daring ini aku banyak yang tidak mengerti tentang materi.



Komentar